Disini , Aku pernah singgah
72 jam terbaring kaku , tanpa daya , tanpa suara
Terombang ambing dalam alam hampa antara ada dan tiada
Lalui detik demi detik nantikan mukjizat TUHAN
Tetes air mata istriku yang jauh di sudut pipi ,
Tak kuasa sadarkan aku
Elusan lembut Putriku tak mampu membangunkan ku
Dari tidur panjang ini
Disini , aku pernah singgah
72 jam terbaring kaku tanpa daya
TUHAN... Jangan panggil aku pagi ini
Aku masih rindu sinar matahari pagi
Yang bersinar lembut menembus dinding rumahku
Aku rindu tetesan hujan yang turun melewati lubang atap rumahku
Aku rindu akan canda tawa putri-putriku
Aku rindu senyuman manis istriku
Aku rindu senyuman angin yang bertiup sendu
Tuhan .. jangan panggil aku pagi ini
Hidupku masih hitam .. Tidak abu - abu
Apalagi putih seperti kertas
Dosaku masih penuh , seperti hamparan pasir dipantai
Toabtku belum sampai , masih jauh,
sepanjang langkah yanng tak pernah usai
Belum ada balas dan bakti untuk orang tua tercinta
Belum ada apa-apa yang dapat kupersembahkan untuk Putri-putri ku tercinta
Belum ada titip kata teruntuk istriku tercinta
Disini , aku pernah singgah
72 jam terbaring kaku tanpa daya
Tanpa suara
Alunan suara surat Yassin yang begitu lembut ,
Hembuskan nyawa dalam jasad ku
Bangunkan roh dalam ragaku
Detakkan jantung dan tubuhku
Alirkan darah dalam nadiku
Dan gerakkan syaraf-syaraf ku
ALLAHUAKBAR
Terima kasih TUHAN ,
Engkau masih memberiku kesempatan Kedua untuk hidup