Minggu, 26 Desember 2010

Sajak Pendek untuk Amir Biki

Rabu , 12 September 1984
Hari ini Priok memanas , sepanas cuaca di penghujung kemarau
Masjidi  Baitul Makmur menjadi saksi bisu
Jiwa -Jiwa tegar tapi haus kebenaran
Jiwa jiwa yang tertindas , terbakar api dendam
Bangkit .. Mengadang .. Menerjang..
Demi keyakinan .. Demi Kehormatan
Gugur demi kehormatan agama ,

12 September 1984
Darah mu mengalir membasahi bumi Priok yang panas
Bersama puluhan atau ratusan 
Suhada - suhada yang tewas tanpa dosa
Tertembus peluru tajam peguasa

Tak kenal iba .... Tak kenal dosa
Demi kekuasaan .. Demi Keangkuhan

AMIR BIKI ,
Jiwa dan raga mu telah pergi
Tapi namamu , terukir dalam di tanah ini
Engkau pergi Demi Keyakinan
Engkau pergi Demi Kehormatan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar