memandang hijau hamparan teh malabar
bangkitkan rindu pada kampung halaman
pada batuan yg kokoh di tg kelayang
pada putihnya pasir di pantai bilik
pada sejuknya angin di pantai tg pendam
pada keluarga yang merindukanku
pada seorang sahabat yg selalu menanti
dalam bimbang dan ketidakpastian
sahabat mampukah kita satukan hati
bersama menghadapi hari esok yg pasti
hadapi realita kehidupan dengan senyuman
bersama dalam suka,duka,dan tawa
ataukah itu hanya menjadi impian kosong belaka
bagaikan embun pagi jatuh di pucuk teh
menguap tanpa bekas tersiram cahaya matahari
menatap hamparan hijau teh malabar
ingatkan aku cerita panjang tentang kita berdua
ingatkan aku akan janji-janji kita disaat bulan purnama
bersama bintang-bintang dan cita-cita kita yang tergantung disana
habiskan malam bersama angin yang berhembus
akankah kita mampu hadapi cobaan ini ditengah
kerasnya realita kehidupan ini
akankah waktu satukan kita berdua
wujudkan mimpi dalam dunia nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar