Jumat, 14 Januari 2011

Perempuan Tangguh Lereng Malabar

Fajar menyingsing .. Malam berlalu .. dan pagi menampakkan diri ..
Perempuan-perempuan tangguh Lereng Malabar
Bercamping bambu merentas pagi menyambut hari
Kaki-kaki kokoh bak lelaki menapak lereng-lerang Malabar
Menyisir pohon-pohon teh nan hijau menghampar
Tangan-tangan terampil lincah memilah pucuk teh basah
Lemparkan senyum lembut dari bibir -bibir tipis penuh kepolosan
Diantara hembusan napas ringan yang ciptakan kabut tipis
Tapi pipi-pipi merah merona terbakar hangatnya mentari
Dan lembutnya terpaan sang bayu diLereng Malabar

Kala Surya turun ke barat , Siang pergi , dan Senjapun tiba ..
Perempuan -perempuan pemetik teh segera bergegas ke perkampungan
Beriringan di pematang di bawah pohon -pohon pinus nan rindang
Bergurau -gurau , usir sepi , hilangkan lelah

Usai sudah tugas hari ini
Nantikan rupiah hasil jerih payah
Berpacu waktu lintasi jalan berbatu tuk kembali kerumah
Kembali menjadi istri atas suami tercinta
Dan Ibu untuk anak -anak terkasih
Dambakan kehangatan keluarga di Lereng Malabar yang indah ..

Perempuan -perempuan gagah di Lereng Malabar
Adalah cermin perjalan terberat dan panjang kaum wanita
Tak kenal lelah , Tak kenal jemu , Tak kenal bosan ..
Entah sampai kapan, mungkin sampai ajal menjemput
Jalani hari -hari dengan keikhlasan , jalani hidup dalam kedamaian
Ditengah kegundahan dan kegalauan hati yang tak pernah terhapuskan
Tak pernnah syukuri yang Tuhan limpahkan

(Pengalengan 1991)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar